kumpulan puisi angkatan 20
Ciriciri puisi pada angkatan pujangga baru yaitu : , 28 Februari 1911 - meninggal di Kuala Begumit, 20 Maret 1946 pada umur 35 tahun) adalah seorang sastrawan Pane ia mendirikan majalah Pujangga Baru (1933), yang kemudian oleh H.B. Jassin dianggap sebagai tonggak berdirinya angkatan sastrawan Pujangga Baru. Kumpulan puisi karyanya
AngkatanBalai Pustaka (Angkatan 20-an) b. Angkatan Pujangga Baru (Angkatan 30-an) c. Angkatan '45. d. Angkatan '66 . 1. Chairil Anwar (kumpulan puisi Deru Capur Debu, 2. kumpulan puisi bersama Rivai Apin dan Asrul Sani Tiga Menguak Takdir), 3. Achdiat Kartamiharja (novel Atheis), 4.
Angkatan30-an Pujangga Baru merupakan angkatan yang berani menampilkan perubahan dari angkatan 20-an. Buku kumpulan puisi Tiga Menguak Takdir karya Chairil Anwar Rivai Apin dan Asrul Sani. Kumpulan puisi angkatan 45. Sastra Indonesia Angkatan 30-an - Pujangga Baru. Antologi ini memuat 36 puisi karya tiga penyair.
PeriodisasiPuisi Indonesia. 1. Periode 1920-1933. Periode ini disebut juga periode Angkatan Balai Pustaka (angkatan 20-an). Puisi-puisi pada periode ini mewarisi corak puisi lama yang mirip pantun dan syair. Hanya saja sampiran ditiadakan untuk menjadikan puisinya lebih intens. Corak puisi seperti syair tidak digunakan sebagai cerita, namun
PuisiTerkenal. 20+ Kumpulan Puisi Karya Taufik Ismail Terbaik di Masanya. 20+ Kumpulan Puisi Karya Taufik Ismail Terbaik di Masanya
Flirt Seiten Die Komplett Kostenlos Sind.
1. Angkatan balai pustaka angkatan 20-an Ciri umum - Tema berkisar tentang konflik adat antara kaum tua dengan kaum muda, dan kawin paksa - Bahan ceritanya dari minangkabau - Bahasa dipakai bahasa melayu 2. Angkatan punjangga baru angkatan 30-an Ciri umum - Bahasa yang dipakai bahasa Indonesia - Temanya tidak hanya tentang adat atau kawin paksa tetapi mencakup masalah yang kompleks seperti emansipasi wanita, kehidupan, kaum intelek dan sebagainya. - Bentuk puisinya puisi bebas, mementingkan keindahan bahasa, dan mulai digemari bentuk baru yang disebut soneta, yaitu puisi dari italia yang terdiri dari 14 baris. Contoh Amir Hamzah Nyanyi Sunyi kumpulan puisi Buah Rindukumpulan puisi Setanggi Timurkumpulan puisi Tantengkeng Rindu Dendam kumpulan puisi 3. Angkatan 45 Ciri umum - Puisinya bercorak ekspresionisme - Bentuk prosa maupun puisinya lebih bebas - Tema dan seting yang menonjol adalah revolusi - Lebih mementingkan isi daripada keindahan bahasa Contoh Chairil Anwar -Deru Campur Debu kumpulan puisi -Tiga Menguak Takdir kumpulan puisi bersama Apin dan Asrul Sani 4. angkatan 66 Ciri umum puisinya - Tema yang menonjol adalah protes sosial dan politik - Menggunakan kalimat-kalimat panjang mendekati bentuk prosa Contoh - Rendra Ballada Orang-orang Tercinta kumpulan puisi - Taufiq Ismail Tirani kumpulan puisi Benteng kumpulan puisi Keterangan Ekspresionisme Aliran seni melukiskan perasaan dan pengindraan batin yang timbul dari pengalaman – pengalaman diluar yang diterima tidak saja oleh pancaindra melainkan juga oleh jiwa seseorang. Emansipasi Pembebasan dari perbudakan. Macam macam Rima Rima Sempurna Rima sempurna ialah rima atau persamaan bunyi yang terdapat pada suku-suku akhir. Misalnya Da-tang Ga-gah de-ras ma-ri Pe-tang me-gah ke-ras la-ri Rima tak sempurna Rima tak sempurna ialah yang terdapat pada sebagian suku-suku akhir saja. Misalnya Da-ku ha-ti pu-lang le-pas La-lu ka-mi ter-bang br-bas Rima mutlak ialah rima yang terdapat pada dua kata atau lebih secara mutlak. Yaitu dua kata tersebut persis berbunyi Misalnya Senyum hatiku senyum Girang hatiku girang Di sini gunung di sana gunung Di sini bingung di sana bingung Rima terbuka ialah rima yang terdapat pada suku akhir terbuka, rima yang berakhir dengan suku kata terbuka, atau dengan vocal sama. Misalnya Ta-ri ba-ra ku-tu ka-la Pa-ri ta-ra bu-ku sen-ja Rima tertutup ialah rima yang terdapat pada suku kata tertutup atau suku mati, karena diakhiri oleh bunyi konsonan. Misalnya Ma-lam ge-tar hi-lang be-ras Ke-lam da-tar ter-bang pe-ras Rima alitrasi Rima alitrasi ialah rima yang terdapat pada bunyi awal kata-kata pada baris yang sama atau baris yang berlainan. Misalnya Lalu lalang tak hentinya Letih lesu tak menentu Kelopak seperti ranting ketapang Kian kemari terantuk tersandung Rima asonansi ialah rima yang terdapat pada asonansi vocal tengah kata Misalnya Pu-an la-in pa-ut ga-un Tu-an ka-in da-un ka-um Rima disonansi ialah rima yang terdapat pada huruf-huruf mati atau konsonan pada beberapa kata. Misalnya Lekak lengkang kelap kolang Lekuk lengkung kelip kaling Rima awal Rima awal ialah rima yang terdapat pada awal baris pada bait puisi Misalnya Bukan beta bijak berperi, Pandai menggubah madahan syair, Bukan beta budak negeri, Musti menurut undangan mair. Rima tengah Rima tengah ialah rima yang terdapat di tengah bari pada bait puisi Misalnya Dari bintan ke Tanjung Kandis, Berlayar ditimang angin utara, Lagi berhadapan mulutnya manis, Batik belakang lain bicara. Rima akhir Rima akhir ialah rima yang terdapat di akhir baris pada bait puisi Misalnya Dari mana punai melayang Dari sawah turun ke padi Dari mana kasih sayang Dari mata turun ke hati Rima tegak Rima tegak ialah rima yang terdapat pada bait-bait puisi yang dilihat secara menegak atau vertical. Misalnya Setelah didengar raja bestari Murka baginda tidak terperi Pedang dihunus baginda sendiri Permaisuri tua memegangkan diri Rima datar Rima datar ialah rima yang terdapat pada beris puisi yang dilihat secara mendatar atau secara horizontal. Misalnya Tertumbuk biduk terantuk duduk Kami menanti hari ke hari Terlukis di awing awan gemawan Rima sejajar Rima sejajar ialah rima yang terbentuk sebuah kata dipakai berulang-ulang pada larik puisi yang mengandung kesejajaran maksud. Misalnya Ke bukit sama mendakit Ke lurah sama menurun Terapung sama hanyut Terendah sama basah Berat sama dipikul Ringan sama dijinjing Rima berpeluk Rima berpeluk ialah rima yang tersusun antara akhir larik pertama dengan larik keempat dan larik kedua dengan larik ketiga dalam sebuah bait ab/ba Misalnya Bersama sama bunga digubah Menjadi rangkaian halus pewangi Dan pulang kita bersuka hati Di kala surya terbenam merah Rima bersilang Rima bersilang ialah rima yang tersusun sama antara akhir larik pertama dnegan larik ketiga dan larik kedua dengan larik keempat dalam sebuah bait ab/ab Misalnya Beri hamba sedekah, O, tuan Belum makan dari pagi Tolonglah patik, wahai tuan Seteguk air, sesuap nasi Rima rangkai Rima rangkai ialah rima yang tersusun sama pada akhir semua larik puisi. Disebut juga rima rata aa/aa Misalnya Meski dicari seluruh negeri Tidaklah sama parasnya putri Cantik majelis bijak bestari Menjadi suluh di dalam puri Rima kembar Rima kembar ialah rima yang tersusun sama pada akhir dua larik puisiaa/bb. Disebut juga rima berpasang. Misalnya Ketika aku mulai membujur Berbaringku di tempat tidur Bisikku Ya Allahul Kudus Berilah aku mimpi yang bagus Rima patah Rima patah ialah rima yang tersusun tidak menentu pada akhir larik-larik puisi ab/bc, ac/bc, ab/cd, dan sebagainya Misalnya Sekali berasa jua aku rindu a Kutulis surat padanya b Tetapi sebelum kerjaku sudah c Aku telah diajak temanku pergi d
kumpulan puisi - puisi dari angkatan 20 balai pustaka, 45, sama 50 buat tugas bio tadinya, tapi gak jadi alias gagal. ya udah tak share aja... Karya Muh. Hamin 1. Adapun Kami Anak Sekarang Mari Berjejrih Berbanting Tulang Menjaga Kemegahan Jangalah Hilang, Supaya Lepas Ke Padang Yang Bebas Sebagai Poyangku Masa Dahulu, Karena Bangsaku Dalam Hatiku Turunan Indonesia Darah Melayu 2. Di Lautan Hindia Mendengarkan Ombak Pada Hampirku Debar - Mendebar Kiri Dan Kanan Melagukan Nyanyi Penuh Santunan Terbitlah Rindu Ke Tempat Lahirku Sebelah Timur Pada Pinggirku Diliputi Langit Berawan - Awan Kelihatan Pulau Penuh Keheranan Itulah Gerangan Tanah Airku Di Mana Laut Debur - Mendebur Serta Mendesir Tiba Di Papsir Di Sanalah Jiwaku, Mula Bertabur Di Mana Ombak Sembur - Menyembur Membasahi Barisan Sebuah Pesisir Di Sanalah Hendaknya, Aku Berkubur Bukit Barisan karya Moh. Yamin Di atas batasan Bukit Barisan, Memandang beta ke bawah memandang, Tampaklah hutan rimba dan ngarai, Lagipun sawah, telaga nan permai, Serta gerangan lihatlah pula, Langit yang hijau bertukar warna, Oleh pucuk daun kelapa. Puisi Karya Sanusi Pane Teratai Friday, 16 March 2012 505 am Karya Sanusi Pane Kepada Ki Hajar Dewantoro Dalam kebun di tanah airku Tumbuh sekuntum bunga teratai Tersembunyi kembang indah permai Tidak terlihat orang yang lalu Akarnya tumbuh di hati dunia Daun berseri Laksmi mengarang Biarpun dia diabaikan orang Seroja kembang gemilang mulia Teruslah O Teratai Bahagia Berseri di kebun Indonesia Biar sedikit penjaga taman Biarpun engkau tidak dilihat Biarpun engkau tidak diminat Engkau pun turut menjaga zaman Rustam Effendi BUKA N BETA BIJAK BERPERI bukan beta bijak berperi, pandai menggubah madahan syair, bukan beta budak negeri, musti menurut undangan mair. sarat saraf saya mungkiri, untai rangkaian seloka lama, beta buang beta singkiri, sebab laguku menurut sukma. susah sungguh saya sampaikan, degup – degupan di dalam kalbu, lemah laun lagi dengungan, matnya digamat rasaian waktu. sering saya susah sesaat, sebab madahan tidak nak datang, sering saya sulit menekat, sebab terkurang lukisan memang. bukan beta bijak berlagu, dapat melemah bingkaian pantun, bukan beta berbuat baru, hanya mendengar bisikan alun. Percikan Permenungan, 1926 DERAI DERAI CEMARA Chairil Anwar cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah 1949 SURAT CINTA Kutulis surat ini Kala hujan gerimis Bagai bunyi tambur mainan Anak-anak peri dunia yang gaib. Dan angin mendesah Mengeluh dan mendesah. Wahai, dik Narti, Aku cinta kepadamu! Kutulis surat ini Kala hujan menangis Dan dua ekor belibis Bercintaan adlam kolam Bagai dua anak nakal Jenaka dan manis Mengibaskan ekor Serta menggetarkan bulu-bulunya. Wahai, dik Narti, Kupinang kau menjadi istriku Kaki-kaki hujan yang runcing Menyentuhkan ujungnya di bumi. Kaki-kaki cinta yang tegas Bagai logam berat gemerlapan Menempuh ke muka Dan tak’kan kunjung diundurkan. Selusin malaikat Telah turun Di kala hujan gerimir. Di muka kaca jendela Mereka berkata dan mencuci rambutnya Untuk ke pesta. Wahai, dik Narti, Dengan pakaian pengantin yang anggun Bunga-bunga serta keris keramat Aku ingin membimbingmu ke altar Untuk dikawinkan. Aku melamarmu. Kau tahu dari dulu Tiada lebih buruk Dan tiada lebih baik Dari yang lain… Penyair dari kehidupan sehari-hari Orang yang bermula dari kata Kata yang bermula dari Kehidupan, pikir dan rasa. Semangat kehidupan yang kuat Bagai berjuta-juta jarum alit Menusuki kulit langit Kantong rejeki dan restu wingit. Lalu tumpahlah gerimis. Angin dan cinta Mendesah dalam gerimis. Semangat cintaku yang kuat Bagai seribu tangan gaib Menyebarkan seribu jaring Menyergap hatimu Yang selalu tersenyum padaku. Engkau adalah putri duyung Tawananku. Putri duyung dengan Suara merdu lembut Bagai angin laut, Mendesahlah bagiku! Angin mendesah Dengan ratapnya yang merdu. Engkau adalah putri duyung Tergolek lemas Mengejap-kejapkan matanya yang indah Dalam jaringku. Wahai, putri duyung, Aku menjaringmu Aku melamarmu. Kutulis surat ini Kala hujan gerimis Kerna langit Gadis manja dan manis Menangis minta mainan. Dua anak lelaki nakal bersenda gurau dalam selokan dan langit iri melihatnya. Wahai, dik Narti, Kuingin dikau Menjadi ibu anak-anakku!
60% found this document useful 5 votes10K views18 pagesDescriptionartikel ini mendeskripsikan novel-novel yang dibuah pada setiap angkatan mulai dari angkatan 20am sampai angkata © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?60% found this document useful 5 votes10K views18 pagesKumpulan Judul Novel Dari Berbagai AngkatanDescriptionartikel ini mendeskripsikan novel-novel yang dibuah pada setiap angkatan mulai dari angkatan 20am sampai angkata description KUMPULAN JUDUL NOVEL DARI BERBAGAI ANGKATAN 20AN-2013 I. JUDUL NOVEL ANGKATAN 20-AN Ciri-ciri karya 20-an Angkatan Balai Pustaka 1. Menggambarkan tema pertentangan paham antara kaum tua dan kaum muda, soal pertentangan adat, soal kawin paksa, permaduan, dlll. 2. Soal kebangsaan belum mengemuka, masih bersifat kedaerahan 3. Gaya bahasanya masih menggunakan perumpamaan yang klise, pepatah, peribahasa, tapi menggunakan bahasa percakapan sehari-hari lain dengan bahasa hikayat sastra lama 4. Puisinya berupa syair dan pantun 5. Isi karya sastranya bersifat didaktis 6. Alirannya bercorak romantik NAMA PENULIS JUDUL KARYA ABDUL MUIS 1. Salah Asuhannovel, 1928, difilmkan Asrul Sani, 1972 2. Pertemuan DJodoh novel, 1933 3. Surapati novel, 1950 4. Robert Anak Surapatinovel, 1953 MARAH RUSLI 1. Siti Nurbaya. Jakarta Balai Pustaka. 1920 mendapat hadiah dari Pemerintah RI tahun 1969. 2. La Hami. Jakarta Balai Pustaka. 1924. 3. Anak dan Kemenakan. Jakarta Balai Pustaka. 1956. 4. Memang Jodoh naskah roman dan otobiografis 5. Tesna Zahera naskah Roman 6. Gadis yang Malang novel Charles Dickens, 1922. 7. Muhammad Yamin 8. Tanah Air 1922 9. Indonesia, Tumpah Darahku 1928 10. Kalau Dewi Tara Sudah Berkata 11. Ken Arok dan Ken Dedes 1934 TULIS SUTAN SATI 1. Tak Disangka 1923 2. Sengsara Membawa Nikmat 1928 3. Syair Rosina 1933 4. Tjerita Si Umbut Muda 1935 5. Tidak Membalas Guna 6. Memutuskan Pertalian 1978 7. Sabai nan Aluih cerita Minangkabau lama 1954 8. Tak Membalas Guna 1932 SUMAN HASIBUAN 1. “Pertjobaan Setia” 1940 2.“ Mentjari Pentjuri Anak Perawan” 1957 3. “Kasih Ta’ Terlarai” 1961 4. Kawan Bergelut” kumpulan cerpen 5. “Tebusan Darah“ HAJI ABDUL MALIK KARIM 1. Khatibul Ummah, Jilid 1-3. Ditulis dalam huruf Arab. 2. Si Sabariah. 1928 3. Pembela Islam Tarikh Saidina Abu Bakar Shiddiq,1929. 4. Adat Minangkabau dan agama Islam 1929. 5. Ringkasan tarikh Ummat Islam 1929. 6. Kepentingan melakukan tabligh 1929. 7. Hikmat Isra’ dan Mikraj. 8. Arkanul Islam 1932 di Makassar. 9. Laila Majnun 1932 Balai Pustaka. 10. Majallah Tentera’ 4 nomor 1932, di Makassar. 11. Majallah Al-Mahdi 9 nomor 1932 di Makassar. 12. Mati mengandung malu Salinan Al-Manfaluthi 1934. 13. Di Bawah Lindungan Ka’bah 1936 Pedoman Masyarakat,Balai Pustaka. 14. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck 1937, Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka. 15. Di Dalam Lembah Kehidupan 1939, Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka. 16. Merantau ke Deli 1940, Pedoman Masyarakat, Toko Buku Syarkawi. 17. Margaretta Gauthier terjemahan 1940. 18. Tuan Direktur 1939. 19. Dijemput mamaknya,1939. 20. Keadilan Ilahy 1939. 21. Tashawwuf Modern 1939. 22. Falsafah Hidup 1939. 23. Lembaga Hidup 1940. 24. Lembaga Budi 1940. 25. Majallah SEMANGAT ISLAM’ Zaman Jepun 1943. 26. Majallah MENARA’ Terbit di Padang Panjang, sesudah revolusi 19 46. 27. Negara Islam 1946. 28. Islam dan Demokrasi,1946. 29. Revolusi Pikiran,1946. 30. Revolusi Agama,1946. 31. Adat Minangkabau menghadapi Revolusi,1946. 32. Dibantingkan ombak masyarakat,1946. 33. Didalam Lembah cita-cita,1946. 34. Sesudah naskah Renville,1947. 35. Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret,1947. 36. Menunggu Beduk berbunyi,1949 di Bukittinggi,Sedang Konperansi Meja Bundar. 37. Ayahku,1950 di Jakarta. 38. Mandi Cahaya di Tanah Suci. 1950. 39. Mengembara Dilembah Nyl. 1950. 40. Ditepi Sungai Dajlah. 1950. 41. Kenangan-kenangan hidup 1,autobiografi sejak lahir 1908 sampai pd tahun 1950. 42. Kenangan-kenangan hidup 2. 43. Kenangan-kenangan hidup 3. 44. Kenangan-kenangan hidup 4. 45. Sejarah Ummat Islam Jilid 1,ditulis tahun 1938 diangsur sampai 1950. 46. Sejarah Ummat Islam Jilid 2. 47. Sejarah Ummat Islam Jilid 3. 48. Sejarah Ummat Islam Jilid 4. 49. Pedoman Mubaligh Islam,Cetakan 1 1937 ; Cetakan ke 2 tahun 1950. 50. Pribadi,1950. 51. Agama dan perempuan,1939. 52. Muhammadiyah melalui 3 zaman,1946,di Padang Panjang. 53. 1001 Soal Hidup Kumpulan karangan dr Pedoman Masyarakat, dibukukan 1950. 54. Pelajaran Agama Islam,1956. 55. Perkembangan Tashawwuf dr abad ke abad,1952. 56. Empat bulan di Amerika,1953 Jilid 1. 57. Empat bulan di Amerika Jilid 2. 58. Pengaruh ajaran Muhammad Abduh di Indonesia Pidato di Kairo 1958, utk Doktor Honoris Causa. 59. Soal jawab 1960, disalin dari karangan-karangan Majalah GEMA ISLAM. 60. Dari Perbendaharaan Lama, 1963 dicetak oleh M. Arbie, Medan; dan 1982 oleh Pustaka Panjimas, Jakarta. 61. Lembaga Hikmat,1953 oleh Bulan Bintang, Jakarta. 62. Islam dan Kebatinan,1972; Bulan Bintang. 63. Fakta dan Khayal Tuanku Rao, 1970. 64. Sayid Jamaluddin Al-Afhany 1965, Bulan Bintang. 65. Ekspansi Ideologi Alghazwul Fikri, 1963, Bulan Bintang. 66. Hak Asasi Manusia dipandang dari segi Islam 1968. 67. Falsafah Ideologi Islam 1950sekembali dr Mekkah. 68. Keadilan Sosial dalam Islam 1950 sekembali dr Mekkah. 69. Cita-cita kenegaraan dalam ajaran Islam Kuliah umum di Universiti Keristan 1970. 70. Studi Islam 1973, diterbitkan oleh Panji Masyarakat. 71. Himpunan Khutbah-khutbah. 72. Urat Tunggang Pancasila. 73. Doa-doa Rasulullah 74. Sejarah Islam di Sumatera. 75. Bohong di Dunia. 76. Muhammadiyah di Minangkabau 1975,Menyambut Kongres Muhammadiyah di Padang. 77. Pandangan Hidup Muslim,1960. 78. Kedudukan perempuan dalam Islam,1973. 79. [Tafsir Al- Azhar+*1+ Juzu’ 1 -30, ditulis pada masa beliau dipenjara oleh Sukarno. MERARI SIREGAR dan Sengsara 1920 kerna Gadis Priangan 1931 dan Hawa Nafsu Djamaluddin Adinegoro 1. Darah Muda 1927 2. Asmara Jaya 1928 Abas Soetan Pamoentjak 1. Pertemuan 1927 Aman Datuk Madjoindo
PERIODIASI ANGATAN Pengertian Periodisasi sastra adalah pembabakan waktu terhadap perkembangan sastra yang ditandai dengan ciri-ciri tertentu. Maksudnya tiap babak waktu periode memiliki ciri tertentu yang berbeda dengan periode lain. Angkatan 20’an UNSUR ESTETIK Angkatan 20an 1 Gaya bahasa perumpamaan 2 beralur lurus 3 Tokoh berwatak datar 4 Banyak degresi sisipan 5 Sudut pandang orang ketiga 6 Bersifat didaktis 7 Bercorak romantic UNSUR EKSTRAESTETIK Angkatan 20an 1 Adat kawin paksa 2 Pertentangan paham antar kaum tua dan kaum muda 3 Latar daerah pedesaan 4 Cerita sesuai taman 5 Cita-cita kebangsaan belum dipermasalahkan Bahasa Novel Angkatan 20-an Bahasanya mengutamakan keindahan bahasa daripada isi , menggunakan ejaan lama, pepatah, pribahasa sehingga pembaca sukar untuk mengerti isi dari cerita tersebut. Pola Pikir Masyarakat Novel Angkatan 20-an Pola pikir masyarakat masih kolot, terbelakang. Masih percaya akan adanya hal mistik dan sangat menjunjung tinggi adat kebiasaan. Juga hanya perkataan orangtua lah yang paling benar dan harus dituruti. Tema Novel Novel Angkatan 20-an Tema yang sering diangkat menjadi tema pada novel angkatan 20-an adalah kawin paksa, pertentangan adat, pertentangan antara kaum tua dan kaum muda. Contoh karya sasta angkatan 20’an Balai Pustaka disebut angkatan 20an atau populernya dengan sebutan angkatan Siti Nurbaya. Menurut Sarwadi 1999 25 nama Balai Pustaka menunjuk pada dua pengertian 1. Sebagai nama penerbit 2. Sebagai nama suatu angkatan dalam sastra Indonesia Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian cabul dan dianggap memiliki misi politis liar. Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka. Prosa roman, novel, cerita pendek dan drama dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini. Siti Nurbaya Karya Marah Rusli-1922 Tema Kasih tak sampai dan kawin paksa Tokoh Sitti Nurbaya, Samsul Bahri, Datuk Meringgih Sitti Nurbaya menceritakan cinta remaja antara Samsulbahri dan Sitti Nurbaya, yang hendak menjalin cinta tetapi terpisah ketika Samsu dipaksa pergi ke Batavia. Belum lama kemudian, Nurbaya menawarkan diri untuk menikah dengan Datuk Meringgih yang kaya tapi kasar sebagai cara untuk ayahnya hidup bebas dari utang; Nurbaya kemudian dibunuh oleh Meringgih. Pada akhir cerita Samsu, yang menjadi anggota tentara kolonial Belanda, membunuh Meringgih dalam suatu revolusi lalu meninggal akibat lukanya. Novel yang berjudul “Azab dan Sengsara” karya Merari Siregar ini menceritakan kisah kehidupan seorang anak gadis bernama Mariamin yang hidup sengsara karena harus mengurus ibunya yang sakit-sakitan. Mariamin mempunyai kekasih yang berasal dari keluarga kaya dan baik-baik yang bernama Aminu’ddin berjanji akan menikahinya setelah dia mendapat pekerjaan tapi Aminu’ddin tidak menikahinya karena ayahnya tidak setuju dengan hubungan mereka, Aminu’ddin hanya meminta maaf lewat surat .2 tahun berlalu , mariamin pun menikah dengan pria yang tidak ia kenal bernama kasibun yang setelah sekian lama mengidap penyakit yang dapat menular pada pasangannya. Suatu ketika Aminu’ddin datang ke rumah mariamin dan karena suaminya cemburu suaminya malah menyiksa dan memukul Aminu’ddin, karena tidak tahan mariamin pun melaporkannya ke polisi Sampai akhirnya mereka bercerai. Kesudahannya Mariamin terpaksa Pulang ke negrinya membawa nama yang kurang baik, membawa malu, menambah azab dan sengsara yang bersarang di rumah kecil yang di pinggir sungai Sipirok. Hidup Mariamin sudah habis dan kesengsaraannya di dunia sudah berkesudahan. Azab dan Sengsara dunia ini sudah tinggal di atas bumi, berkubur dengan jazad badan yang kasar itu. Angkatan 30’an UNSUR ESTETIK Angkatan 30an 1 Tidak banyak menggunakan bahasa perumpamaan 2 Alur maju 3 Tokoh berwatak bulat 4 Tidak benyak digresi sisipan 5 Sudut pandang orang ketiga objektif 6 Bergaya romantic UNSUR EKSTRAESTETIK Angkatan 30an 1 Masalah tentang kehidupan masyarakat kota 2 Terdapat cita-cita kebangsaan 3 Bersifat didaktis Bahasa Novel Angkatan 30-an Bahasa kurang sopan, lebih apa adanya, sudah mendekati bahasa pada novel zaman sekarang. Pola Pikir Masyarakat Novel Angkatan 30-an Pola pikir masyarakat semakin maju. Kaum wanita juga ingin maju seperti kaum lelaki. Tema Novel Novel Angkatan 30-an Tema yang sering diangkat menjadi tema novel angkatan 30-an adalah perbedaan laki-laki dan perempuan, perempuan ingin maju, emansipasi wanita. Contoh karya sastra angkatan 30’an Karya Abdul Muis Pertemuan Jodoh novel, 1933 Tulis Sutan Sati Syair Rosina 1933 Angkatan 45’an Angkatan ’45 merupakan angkatan yang lahir pada masa sebelum dan awal kemerdekaan, Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan 45. Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik – idealistik. Sehingga karya sastra angkatan ini banyak bercerita tentang perjuangan merebut kemerdekaan. Angkatan ini memiliki konsep seni yang diberi judul “Surat Kepercayaan Gelanggang”. Konsep ini menyatakan bahwa mereka ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani. Penulis yang termasuk angkatan ’45 adalah Chairil Anwar, Asrul Sani, Idrus, Achdiat K. Mihardja, dan masih banyak penulis lainnya. Karya sastra yang dihasilkan oleh angkatan ini diantaranya yang terkenal adalah Kerikil Tajam, Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma, Atheis, dan banyak lainnya. Ciri-ciri Angkatan ’45 adalah Pengaruh unsur sastra asing lebih luas Corak isi lebih realis, naturalis Individualisme sastrawan lebih menonjol, dinamis, dan kritis Penghematan kata dalam karya Karangan prosa berkurang, puisi berkembang Contoh sastra pada masa Angkatan ’45 Tiga Menguak Takdir Chairil Anwar-Asrul Sani-Rivai Apin Deru Campur Debu Chairil Anwar Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Putus Chairil Anwar Pembebasan Pertama Amal Hamzah Kata Hati dan Perbuatan Trisno Sumarjo Puntung Berasap Usmar Ismail Suara Toto Sudarto Bakhtiar Surat Kertas Hijau Sitor Situmorang Dalam Sajak Sitor Situmorang Rekaman Tujuh Daerah Mh. Rustandi Kartakusumah Angakatan 66’an Sejarah Angkatan 66 Angkatan ini ditandai dengan terbitnya majalah sastra Horison. Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra, munculnya karya sastra beraliran surrealistik, arus kesadaran, arketip, absurd, dan lain-lain pada masa angkatan ini di Indonesia. Penerbit Pustaka Jayasangat banyak membantu dalam menerbitkan karya karya sastra pada masa angkatan ini. Sastrawan pada akhir angkatan yang lalu termasuk juga dalam kelompok ini sepertiMotinggo Busye, Purnawan Tjondronegoro, Djamil Suherman, Bur Rasuanto, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia, sastrawan pada angkatan 50-60-an yang mendapat tempat pada angkatan ini adalah Iwan Simatupang. Pada masanya, karya sastranya berupa novel, cerpen dan drama kurang mendapat perhatian bahkan sering menimbulkan kesalahpahaman; ia lahir mendahului jamannya. Beberapa satrawan pada angkatan ini antara lain Umar Kayam, Ikranegara, Leon Agusta, Arifin C. Noer, Akhudiat, Darmanto Jatman,Arief Budiman, Goenawan Mohamad, Budi Darma, Hamsad Rangkuti, Putu Wijaya, Wisran Hadi, Wing Kardjo, Taufik Ismail dan banyak lagi yang lainnya. Ciri-ciri Angkatan 66 Mulai dikenal gaya epik bercerita pada puisi muncul puisi-puisi balada. Puisinya menggambarkan kemuraman batin hidup yang menderita. Prosanya menggambarkan masalah kemasyarakatan, misalnya tentang perekonomian yang buruk, pengangguran, dan kemiskinan. Cerita dengan latar perang dalam prosa mulai berkurang, dan pertentangan dalam politik pemerintahan lebih banyak mengemuka. Banyak terdapat penggunaan gaya retorik dan slogan dalam puisi. Muncul puisi mantra dan prosa surealisme absurd pada awal tahun 1970-an yang banyak berisi tentang kritik sosial dan kesewenang-wenangan terhadap kaum lemah. Unsur Estetik Angkatan 66 Angkatan ini lahir di antara anak-anak muda dalam barisan perjuangan. Angkatan ini mendobrak kemacetan-kemacetan yang disebabkan oleh pemimpin-pemimpin yang salah urus. Para mahasiswa mengadakan demonstrasi besar-besaran menuntut ditegakkannya keadilan dan kebenaran. Ciri-ciri sastra pada masa Angkatan ’66 adalah bercorak perjuangan antitirani, protes politik, anti kezaliman dan kebatilan, bercorak membela keadilan, mencintai nusa, bangsa, negara dan persatuan, berontak terhadap ketidakadilan, pembelaan terhadap Pancasila, berisi protes sosial dan politik. Hal tersebut diungkapkan dalam karya sastra pada masa Angkatan ’66 antara lain Pabrik Putu Wijaya, Ziarah Iwan Simatupang, serta Tirani dan Benteng Taufik Ismail. Penulis dan Karya Sastra
kumpulan puisi angkatan 20